Kamis, 27 Februari 2014

Waktu itu.......

*Waktu itu…
Bayi itu lucu, polos, menggemaskan.Entah kenapa kalo liat bayi ataupun anak-anak hati rasanya seneng aja. Mereka tuh bawa suasana damai!
Pernah waktu itu lagi main sama temen di salah satu mall di Jakarta. Lagi di  toilet ladies ya, ada seorang ibu yang minta tolong nitip anaknya sebentar.
"Dek, aku minta tolong titip bayiku sebentar ya." kata ibu muda itu kepadaku.
Iya  lah wong di toilet itu ada aku doang. Saat itu bayinya umur 9 bulan dan dia perempuan, masih lucu banget. Sayangnya aku gak foto sih. Namanya Ghea. Ghea doang? Gak lah, lupa nanya nama lengkapnya hehehe.
Nah si Ghea ini aku gendong. Dia langsung meluk gitu lagi. Aah rasanya mau cubit pipi tembemnya. Tapi gak mungkin lah ya nanti dia nangis kan gak lucu. Dia murah senyum banget lagi, di bercandaain selalu ketawa. Rasanya mau dibawa pulaaang! No, no no! Pasti masalah besar kalo aku bawa Ghea pulang. Mamahnya pasti gak Ngebolehin dong.
Setelah mamahnya keluar dari toilet, si Ghea langsung nyeletuk “mama”! Helloo bayi 9 bulan udah bisa ngoceh. Good! Dalem hati aku, kata mamah aku umur 10 bulan udah bisa nyanyi gitu deh. Selucu apa aku waktu bayi ya? hahaha
Oh ya lanjut ke Ghea! Ghea masih di gendonganku dong. Mamahnya lagi nata barang didalam tas. Ghea ‘ku ajak bercanda aja.
"Tante, kok cuma berdua sama Ghea sih? Emang gak repot sendirian ke mall bawa baby?" aku tiba-tiba ngomong gitu"Jelas repot dong dek, nih buktinya aku lagi ngerepotin kamu." kata mamahnya Ghea
"Aku gak ngerasa direpotin kok tante. Aku suka baby! hehehe." sambil senyum gitu deh.
"Makasih ya udah bantu tante." ucap mamahnya Ghea.
"Yup! sama-sama. Slow aja tante."
”Ghea kissbye dulu sama kakaknya dong.” 
Si Ghea langsung kissbye gitu. Sumpah ini baby pinter, llucu pula. Tapi harus lupain untuk bawa dia pulang!
Aku keluar bareng dari toilet. Dan parahnya aku lupa kalo temen cowok aku lagi nunggu diluar. Pastinya lumayan lama. Hehehe.
*Waktu itu…
Bayi itu lucu, polos, menggemaskan.
Entah kenapa kalo liat bayi ataupun anak-anak hati rasanya seneng aja. Mereka tuh bawa suasana damai!

Pernah waktu itu lagi main sama temen di salah satu mall di Jakarta. Lagi di  toilet ladies ya, ada seorang ibu yang minta tolong nitip anaknya sebentar.

"Dek, aku minta tolong titip bayiku sebentar ya." kata ibu muda itu kepadaku.

Iya  lah wong di toilet itu ada aku doang. Saat itu bayinya umur 9 bulan dan dia perempuan, masih lucu banget. Sayangnya aku gak foto sih. Namanya Ghea. Ghea doang? Gak lah, lupa nanya nama lengkapnya hehehe.

Nah si Ghea ini aku gendong. Dia langsung meluk gitu lagi. Aah rasanya mau cubit pipi tembemnya. Tapi gak mungkin lah ya nanti dia nangis kan gak lucu. Dia murah senyum banget lagi, di bercandaain selalu ketawa. Rasanya mau dibawa pulaaang! No, no no! Pasti masalah besar kalo aku bawa Ghea pulang. Mamahnya pasti gak Ngebolehin dong.

Setelah mamahnya keluar dari toilet, si Ghea langsung nyeletuk “mama”! Helloo bayi 9 bulan udah bisa ngoceh. Good! Dalem hati aku, kata mamah aku umur 10 bulan udah bisa nyanyi gitu deh. Selucu apa aku waktu bayi ya? hahaha

Oh ya lanjut ke Ghea! Ghea masih di gendonganku dong. Mamahnya lagi nata barang didalam tas. Ghea ‘ku ajak bercanda aja.

"Tante, kok cuma berdua sama Ghea sih? Emang gak repot sendirian ke mall bawa baby?" aku tiba-tiba ngomong gitu

"Jelas repot dong dek, nih buktinya aku lagi ngerepotin kamu." kata mamahnya Ghea

"Aku gak ngerasa direpotin kok tante. Aku suka baby! hehehe." sambil senyum gitu deh.

"Makasih ya udah bantu tante." ucap mamahnya Ghea.

"Yup! sama-sama. Slow aja tante."

”Ghea kissbye dulu sama kakaknya dong.”

Si Ghea langsung kissbye gitu. Sumpah ini baby pinter, llucu pula. Tapi harus lupain untuk bawa dia pulang!

Aku keluar bareng dari toilet. Dan parahnya aku lupa kalo temen cowok aku lagi nunggu diluar. Pastinya lumayan lama. Hehehe.

Man jadda wa jada

Jadi gini, kalo ada kemauan pasti ada jalan. Nah itu dia man jadda wa jadaa! Usaha udah, do’a udah. Berarti tinggal tunggu aja semua yang akan terjadi. Iya terjadinya apa yang kita mau atau tidak terjadinya :)
Pasrah, semua yang digariskan Allah SWT pastilah yang terbaik. Gak mungkin dong Dia ngebiarin hamba-Nya terseok-seok (istilah apa itu? hehehe) gitu aja. Setelah badai selesai ada pelangi. Kalo Kartini bilang habis gelap terbitlah terang.

Optimis aja, husnudzan sama Sang Iradah. Bisa jadi kita disuruh nunggu kapan terwujudnya harapan-harapan itu. Allah mau lihat gitu kesungguhan hamba-Nya yang tersayang. Mungkin aja kemauan kita itu gak terwujud. Dan Allah menggantinya dengan yang lebih baik, lebih pas!

#umimidillah :)
image

Rabu, 26 Februari 2014

"If A equals success, then the formula is A equals X plus Y and Z with X being work, Y play, and Z keeping your mouth shut."
-Albert Einstein-

Kali ini aku mengutip perkataannya si Bapak Albert Einstein, kelahiran Jerman ini. Adakah yang tak ingin menjadi orang sukses? Jawabannya pasti tak ada yang tak ingin menjadi orang sukses kan?

Toh segalanya telah tertulis di lauhul mahfuz. Bahkan telah tertulis sebelum kita diciptakan. Nah, berarti sekarang kita tinggal melakukan yang terbaik. Karena sungguh kesuksesan itu tidak dengan mudah didapatkan. Pasti banyak hal yang diperjuangkan ataupun dikorbankan.

Ya menurut aku sukses itu relatif, tergantung dari sudut pandang orang yang menilainya. Yang penting sukses itu tidak merugikan orang lain.

Semua orang pasti tahu kiat-kiat menjadi sukses. Iya, berusaha, kerja keras dan berdoa. Sangat mudah dituliskan. Namun, memang begitu sulit dijalankan. Selalu saja ada penghambat atau pun cobaan di tiap langkah kita.

Semoga kita selalu istiqomah di jalan-Nya. Berharap hal indah menghampiri. Menjadi insan yang bermanfaat bagi sesama. Dan terus belajar dari segala hal yang telah terlewati. 

@umimidillah
moved from tumblr: http://umimidillah.tumblr.com/

Senin, 24 Februari 2014

Pemilu

2014 tahun politik. Di jalanan sangat banyak spanduk yang sebenarnya mengganggu mata karena terlalu ramai. Adalah dari partai A sampai Z yang tak perlu aku sebutkan satu per satu. Itu hanya terlihat seperti perlombaan spanduk, manakah yang paling bagus.

Tapi bukan soal spanduk yang penting. Ini soal hak pilih warga Indonesia. Yang akan menentukan bagaimana Indonesia di 5 tahun mendatang. Indonesia sudah banyak perihal yang belum diselesaikan. Pun juga dengan utang luar negeri yang pertumbuhannya menurun namun tetap saja, masih belum banyak berubah.

Indonesia bukan hanya butuh pemimpin yang berwibawa, namun yang mengerti dan memahami seluk-beluk Indonesia. Pemimpin yang mempunyai integritas tinggi saat sebelum mencalonkan diri sampai beliau terpilih dalam pemilihan umum. Dan tentu saja konsekwen dengan integritasnya tersebut.

Terlebih lagi pemimpin itu haruslah seorang yang taat dalam agamanya. Dalam menjalankan perintah dan menjauhi larangan Allah SWT. Karena jika pemimpinnya saja tidak mempunyai tauhid dan akhlak yang terpuji, apakah mungkin beliau dapat mengerjakan tugas dengan benar? Maka dari itu pemimpin bukan hanya yang punya visi dan misi yang luar biasa. Namun pemimpin juga harus memiliki ruhiyah yang tinggi.

Pun juga dengan rakyat Indonesia yang mempunyai hak pilih. Harus memanfaatkan dengan baik hak pilih yang dimiliki. Karena jika tidak ikut memilih atau golongan putih (golput) maka banyak kerugian yang ditimbulkan. Belum lagi konspirasi yang memanfaatkan hak suara para golput untuk kepentingan individu atau partai. Rugi!

Mari kita kenali calon pemimpin kita. Apakah beliau pantas dipilih atau tidak? Apakah beliau hanya penebar janji manis tapi tak bisa menepati? Apakah beliau hanya mementingkan partai sendiri atau tidak? Apakah beliau boneka asing atau tidak?

Jangan menjadi golput di tanggal 9 April 2014 nanti ya teman. Rugi!!!

Rabu, 19 Februari 2014

Hello!!!?

Hello masa lalu!
Dirimu begitu hebat terus membayangiku. Atau aku yang terlalu bodoh terus mengenangmu? Kau mengiringi setiap langkahku. Otak 'ku tak hentinya memikirkan memori itu.

Mencintai - Dicintai

Pembahasan tentang cinta memang tiada habisnya ya. Selalu menarik untuk di kupas (apaan dikupas?). Okay, okay! Mencintai seseorang tak perlu berlebihan. Apalagi mencintai sesuatu, pun tak usah berlebihan. Karena hakikat mencintai adalah seberapa mampukah kita melepaskannya.
Cintailah apa yang pantas kau cintai. Jadilah yang terbaik untuk membahagiakan mereka.

About me

Pengikut

Total Tayangan Halaman

top social

top navigation

Cari Blog Ini

Pages

Like us on Facebook