Minggu, 03 Desember 2017

03 December 2017

Aku menyesal telah memilih memutuskan kontak denganmu. Tapi itu pilihan terbaikku. Sungguh. Karena aku tau tak boleh sama sekali mengharapkanmu menjadi kekasihku.  Aku tau, kau masih mencoba melupakan dia, masa lalumu yang begitu lama bersamamu. Aku tau itu.
Setiap hari dari awal mengenalmu aku selalu berkata jangan pernah berharap sedikit pun padamu. Dan semakin aku tau tentang masa lalumu, aku semakin takut jika nanti aku menaruh perasaan untuk mu. Ternyata aku tak sanggup. Aku mengharapkanmu, lebih dari sekedar teman.
Kau tau? Ah aku terlalu mudah di buat luluh dengan perlakuanmu. Walau sekali pun kita tak pernah jumpa berdua. Aku rindu suara mu. Aku rindu hari-hariku yang selalu aku ceritakan padamu. Aku merindukanmu.
Aku mengucapkan perpisahan egois itu untuk diriku. Agar aku tak lagi berharap pada mu yang hanya menganggap ku hanya teman, tak lebih dari itu. Sejak awal aku mengetahui akan hal itu. Pada akhirnya aku kalah, sendirian merasakan harapan lebih. Pada akhirnya aku yang bodoh terlalu mudah di buat nyaman dalam waktu singkat.

Kramat Jati, 04 December 2017
00.02 WIB

Rabu, 29 November 2017

30 November 2017

Malam kembali datang, tanpamu, kenangan.

Malam tetap sama, hitam, kelam, tanpa harapan.

Andaikan cahaya lampu yang berkelap-kelip mampu menerangi diri yang mati.

Mati tanpa kenangan, mati tanpa harapan.

Selasa, 24 Oktober 2017

Buku Kehidupan

Buku ibarat lembar-lembar kehidupan. Jika selembar telah terisi coretan kisah hidup kita, maka akan ada lembar baru yang masih bersih. Masa depan yang masih bersih bisa kita tuliskan. Sesuka kita ingin menuliskan masa depan seperti apa.
Sebuah buku juga memiliki halaman terakhir. Jadi nikmati dan berusahalah agar di setiap halamannya bermakna. Tak hanya berlalu dengan banyaknya coretan tapi buatlah kisah-kisah yang jika di baca kembali ke halaman sebelumnya membuat kita tersenyum. Ayo tulislah kisah-kisah terbaik dalam buku kehidupanmu.

Senin, 03 Juli 2017

T E R L A N J U R

Dulu sekali hati dan harapan sangat subur
Sekarang nasi sudah menjadi bubur
Hati merasa seperti ingin dikubur
Oleh jutaan harapan yang kabur

Walau segalanya telah terlanjur
Jangan lupa ambil hikmah untuk mengukur
Pada apa yang hilang, pergi, tiada atau kabur
Bahwa hati ini memang harus selalu bersyukur

-UMI ABDILLAH -
Kramat Jati, 04 Juli 2017
00.05 WIB


Minggu, 02 Juli 2017

Hati Rapuh Meminta

Aku lelah berpura-pura seakan semua baik-baik saja
Karena hati ini bukan terbuat dari baja
Sekeras apapun ujian yang datang aku memang harus bertahan
Namun terkadang memang hati yang tak kuasa terus menahan

Tuhan, berikan ujian yang memang pantas dihadapi
Dengan-Mu aku aku pasti tak akan berhenti
Jangan,  jangan pergi dari hati rapuh ini
Berikan kuasa-Mu agar hati tetap kuat menghadapi

Kamis, 25 Mei 2017

Tidak Menunggu Siapa Pun

Sebenarnya aku sedang tidak menunggu siapa pun. Karena tak ingin nantinya sia-sia jika menunggu tanpa timbal balik. Iya,  ketika yang ditunggu adalah insan.

Sejatinya,  penantian yang tak sia-sia itu jika hanya dilakukan dengan tulus,  ikhlas,  tanpa dugaan-dugaan khayal tingkat tinggi.

Aku akan lebih memilih berusaha menunggu tanpa berkhayal yang muluk walau itu sulit.

Kembali lagi pada pesan ampuh, menaruh harap hanya pada Yang Maha Menjaga.

Kramat Jati, 25 Mei 2017
22.36 WIB

Jumat, 19 Mei 2017

I Am Not The Perfect Person

No.  I am not the perfect one who always do good in every act I take in my religion or the others part of my life. But I will always do my best. That's all.

When you saw me and thinking ''Is that you Umi? I can't believe it'', Yes, It's me, Umi,  who is not a perfect person.

Sometimes I feel angry, sad, guilt, or being fooled. Just because I am who I am. I can't desc who I am and you don’t need it. Because sometimes too many words didn't useful.

Kramat Jati, May 22th, 2017
00.38 WIB

Kamis, 11 Mei 2017

Surat Untuk Takdir Tertulisku

Tidak ada yang pernah ku ketahui tentangmu, takdir tertulisku.
Sekarang ini aku masih banyak menghabiskan waktu untukku dan keluargaku.
Tapi nanti,  aku akan menghabiskan waktuku denganmu, seperti bersama keluargaku.

Sayang, takdirku, aku mendoakanmu.
Segala urusanmu agar dipermudah dan selalu bermanfaat.
Harapanmu segera terlaksana.
Dijauhkan dari bencana,  dikuatkan ketika diuji.

Aku selalu sabar menantimu, sambil berusaha terus memperbaiki diri.
Aku bukan perempuan tanpa cela.
Aku memiliki banyak kekurangan yang perlu diperbaiki.
Aku manusia yang perlu mengoreksi diri, bermuhasabah.

Semoga perjalanan panjang kita untuk bertemu di hari yang telah ditentukan selalu dalam tuntunan-Nya.
Semogaku akan selalu mendampingimu, sayangku.
Jagalah diri dan hatimu dengan baik.
Aku pun melakukan yang sama.

Salam sayang,
Takdir tertulismu

Kramat Jati,  11 Mei 2017
22.10 WIB

Kamis, 04 Mei 2017

Penilaian Bukan Dari Bungkusnya

Manusia tidak dinilai dari bungkusnya,  melainkan dari hatinya,  cara bersikap dan kemanusiannya.

Namun ketika hanya menilai bungkus luarnya saja, siap-siap mendapat kemungkinan besar untuk keliru.

Tidak semua yang luarnya menarik memiliki segala penilaian point plus dalam aspek-aspek dari dalam dirinya.

Namun keseimbangan itu perlu,  ketika bagian luar dan aspek dalam diri seseorang bisa baik maka luar biasa sekali.

Semoga kita selalu berusaha memperbaiki diri.

Kramat Jati,  05 Mei 2017
08.10 WIB

Rabu, 03 Mei 2017

Aku Tidak Tahu

Sungguh aku tak tahu bagaimana bisa rasa ini ada. Mencintaimu yang bahkan belum pernah sekali pun berjumpa. Tidak mungkin rasa ini salah,  karena aku begitu merasakan betapa penuhnya hatiku terisi olehmu. Ya,  aku tidak tahu, mengapa masih terus menjadikanmu favorit di hati ini.

Memikirkan tentangmu tak pernah membuatku bosan. Aku malah menikmatinya. Walau terkadang pikiran-pikiranku tentangmu membuatku resah, apa kamu juga merasakan hal yang sama? Apa kamu menaruhku di hatimu barang sedikit? Ya,  aku tidak tahu,  dan tetap memilihmu untuk menetap di hati ini.

Kramat Jati, 04 Mei 2017
00.13 WIB

About me

Pengikut

Total Tayangan Halaman

top social

top navigation

Cari Blog Ini

Pages

Like us on Facebook