Rabu, 18 Juli 2018

18 Juli 2018

Maaf aku ingin ralat kata-kata aku yang sebelumnya. Aku tidak berjanji akan selalu menunggu kamu. Karena aku tak tahu kapan takdir kematian atau kuasa-Nya yang bisa membulak-balikkan hati aku untuk tetap mendamba kamu atau melepaskan kamu.

Aku disini akan selalu sama dengan hati aku yang tergantung takdir-Nya. Juga tergantung dengan segala perlakuan dari kamu. Akibat tentunya ada karena sebab bukan? Jadi, sekali lagi aku ingin meralat. Hatiku tak akan selalu menunggu kamu. Hatiku bergantung pada takdir-Nya.

Kramat Jati, 18 Juli 2018
20.50 WIB

Minggu, 08 Juli 2018

Hai Cinta

Hai Cinta.
Aku merindukanmu.
Kau tak tahu itu? Ah, sudahlah.
Aku tak mungkin menyatakannya padamu.
Karena sudah tak ada lagi 'kita'.

Hai Cinta.
Aku mendoakanmu.
Selalu begitu. Bahkan tak terhitung sebanyak apa namamu aku rapalkan.
Tak peduli segala asa tentangmu yang telah hancur terkoyak.

Hai Cinta.
Aku masih disini dengan hati yang sama.
Berharap takdir memberikan aku kesempatan bertemu kamu lagi di masa depan untuk menjalin lagi 'kita'.
Harapan yang berpacu dengan takdir walau tak tahu akan seperti apa.

Kramat Jati, 09 Juli 2018
00.47 WIB

Jumat, 06 Juli 2018

Sadar?

Akhirnya aku kembali disadarkan. Bahwa tak ada cinta yang benar-benar harus ada sebelum ikrar suci. Sebesar apapun perasaan cinta yang kau punya, cinta itu tak berhak bertemu sebelum ketentuan itu tiba.

Bukankah 'aku' yang dahulu sudah pernah mengingatkan akan hal itu? Namun mengapa seolah lupa tak peduli segala akibat yang ditimbulkan? Kembalilah wahai diri. Kembalilah mengingat prinsip-prinsip dahulu yang telah dibangun.

Kramat Jati, 06 Juli 2018
22.38 WIB

About me

Pengikut

Total Tayangan Halaman

top social

top navigation

Cari Blog Ini

Pages

Like us on Facebook