Maaf aku ingin ralat kata-kata aku yang sebelumnya. Aku tidak berjanji akan selalu menunggu kamu. Karena aku tak tahu kapan takdir kematian atau kuasa-Nya yang bisa membulak-balikkan hati aku untuk tetap mendamba kamu atau melepaskan kamu.
Aku disini akan selalu sama dengan hati aku yang tergantung takdir-Nya. Juga tergantung dengan segala perlakuan dari kamu. Akibat tentunya ada karena sebab bukan? Jadi, sekali lagi aku ingin meralat. Hatiku tak akan selalu menunggu kamu. Hatiku bergantung pada takdir-Nya.
Kramat Jati, 18 Juli 2018
20.50 WIB
Tidak ada komentar:
Posting Komentar