Aku menyesal telah memilih memutuskan kontak denganmu. Tapi itu pilihan terbaikku. Sungguh. Karena aku tau tak boleh sama sekali mengharapkanmu menjadi kekasihku. Aku tau, kau masih mencoba melupakan dia, masa lalumu yang begitu lama bersamamu. Aku tau itu.
Setiap hari dari awal mengenalmu aku selalu berkata jangan pernah berharap sedikit pun padamu. Dan semakin aku tau tentang masa lalumu, aku semakin takut jika nanti aku menaruh perasaan untuk mu. Ternyata aku tak sanggup. Aku mengharapkanmu, lebih dari sekedar teman.
Kau tau? Ah aku terlalu mudah di buat luluh dengan perlakuanmu. Walau sekali pun kita tak pernah jumpa berdua. Aku rindu suara mu. Aku rindu hari-hariku yang selalu aku ceritakan padamu. Aku merindukanmu.
Aku mengucapkan perpisahan egois itu untuk diriku. Agar aku tak lagi berharap pada mu yang hanya menganggap ku hanya teman, tak lebih dari itu. Sejak awal aku mengetahui akan hal itu. Pada akhirnya aku kalah, sendirian merasakan harapan lebih. Pada akhirnya aku yang bodoh terlalu mudah di buat nyaman dalam waktu singkat.
Kramat Jati, 04 December 2017
00.02 WIB