Malam kembali datang, tanpamu, kenangan.
Malam tetap sama, hitam, kelam, tanpa harapan.
Andaikan cahaya lampu yang berkelap-kelip mampu menerangi diri yang mati.
Mati tanpa kenangan, mati tanpa harapan.
Malam kembali datang, tanpamu, kenangan.
Malam tetap sama, hitam, kelam, tanpa harapan.
Andaikan cahaya lampu yang berkelap-kelip mampu menerangi diri yang mati.
Mati tanpa kenangan, mati tanpa harapan.
Sebenarnya aku sedang tidak menunggu siapa pun. Karena tak ingin nantinya sia-sia jika menunggu tanpa timbal balik. Iya, ketika yang ditunggu adalah insan.
Sejatinya, penantian yang tak sia-sia itu jika hanya dilakukan dengan tulus, ikhlas, tanpa dugaan-dugaan khayal tingkat tinggi.
Aku akan lebih memilih berusaha menunggu tanpa berkhayal yang muluk walau itu sulit.
Kembali lagi pada pesan ampuh, menaruh harap hanya pada Yang Maha Menjaga.
Kramat Jati, 25 Mei 2017
22.36 WIB