Kamis, 15 Maret 2018

06 November 2017

Kemarin sore ada seorang bapak customer bule yang nanyain semua product OTC flu & cough. Juga nanyain balsem kayak vapo*, capl*ng, gelig*. Sama products permen-permen pelega tenggorokan. ED, cara pakai dan perbedaan semua brand ditanyain. Aktif banget nanyanya set dah😂

Btw katanya obat dan penanganan medis di Taiwan lebih murah dibanding Indonesia loh. Wah iyakah? Semoga aja Indonesia bisa lebih maju dalam bidang kesehatannya. Sehat itu wajib dan pastinya enak ya kannn.

Balik lagi ke bule tadi, dia udah nanya sebanyak itu dan ternyata ga jadi guys belanjanya😂 Malah bilang ''I wanna go to the another store and trying to search the different price.''. Aku rapopo pak 😂 Ini nih orang jeli banget, lyk ibu2 nyari harga yg miring dikit 😂

Sekitar setengah jam berlalu, eh, bapak bule tadi datang lagi guys. Wah berarti emang jodoh kita pak ketemu lagi😂 Dia akhirnya ambil semua produk yg dia tanyain tadi. Sekali lagi semua😂😂 OTC flu & cough 6 brand, permen pelega tenggorokan 3 brand, sama balsem-balsem tadi masing-masing 2 packages loh dibeli.

Pas di cashier gue tanya dong, ''You have choose too much drugs, it's enough for a long time. Is this enough?''

Bapak bule bilang,'' Should I buy some more? (laughing)''.

Dalam hati iya pak borong aja borong 😂😂😂

Ya itu aja cerita random kemarin sore. Nice convos with humble stranger😆

Senin, 22 Januari 2018

Biarlah Dirimu Seperti Air

Biarlah dirimu mengalir seperti air
Dari tempat yang tinggi menuju tempat yang rendah
Mencari celah agar dapat melewati jalan
Pun ketika mendapatkan jalan buntu
Air akan membuat jalannya sendiri
Berusaha menemukannya

Biarlah dirimu membiaskan cahaya  seperti air
Memisahkan segala spektrum cahaya
Dan menjadikan mereka sekumpulan yang indah
Menjadikan pelangi
Yang indah bila dipandang
Yang membawa suasana damai nan teduh

Biarlah dirimu membersihkan seperti air
Menggelontorkan segala  kotoran
Membuangnya dari wadah
Ataupun mengendapkannya
Karena keberadaannya memanglah tak pantas

Biarlah dirimu menyembuhkan seperti air
Membawa sifat sejuk,
Melepas penat
Agar semua dapat berubah menjadi lebih baik

Biarlah dirimu terpisah seperti air
Ketika minyak dicampurkan
Air akan membatasi dengan jelas
Memisahkan diri,
Mana yang sesuai dengan massa jenis atau tidak

Biarkanlah dirimu seperti air :)

By: Umi Abdillah

Kramat Jati, 18 Januari 2014
21.58 WIB

Minggu, 03 Desember 2017

03 December 2017

Aku menyesal telah memilih memutuskan kontak denganmu. Tapi itu pilihan terbaikku. Sungguh. Karena aku tau tak boleh sama sekali mengharapkanmu menjadi kekasihku.  Aku tau, kau masih mencoba melupakan dia, masa lalumu yang begitu lama bersamamu. Aku tau itu.
Setiap hari dari awal mengenalmu aku selalu berkata jangan pernah berharap sedikit pun padamu. Dan semakin aku tau tentang masa lalumu, aku semakin takut jika nanti aku menaruh perasaan untuk mu. Ternyata aku tak sanggup. Aku mengharapkanmu, lebih dari sekedar teman.
Kau tau? Ah aku terlalu mudah di buat luluh dengan perlakuanmu. Walau sekali pun kita tak pernah jumpa berdua. Aku rindu suara mu. Aku rindu hari-hariku yang selalu aku ceritakan padamu. Aku merindukanmu.
Aku mengucapkan perpisahan egois itu untuk diriku. Agar aku tak lagi berharap pada mu yang hanya menganggap ku hanya teman, tak lebih dari itu. Sejak awal aku mengetahui akan hal itu. Pada akhirnya aku kalah, sendirian merasakan harapan lebih. Pada akhirnya aku yang bodoh terlalu mudah di buat nyaman dalam waktu singkat.

Kramat Jati, 04 December 2017
00.02 WIB

Rabu, 29 November 2017

30 November 2017

Malam kembali datang, tanpamu, kenangan.

Malam tetap sama, hitam, kelam, tanpa harapan.

Andaikan cahaya lampu yang berkelap-kelip mampu menerangi diri yang mati.

Mati tanpa kenangan, mati tanpa harapan.

Selasa, 24 Oktober 2017

Buku Kehidupan

Buku ibarat lembar-lembar kehidupan. Jika selembar telah terisi coretan kisah hidup kita, maka akan ada lembar baru yang masih bersih. Masa depan yang masih bersih bisa kita tuliskan. Sesuka kita ingin menuliskan masa depan seperti apa.
Sebuah buku juga memiliki halaman terakhir. Jadi nikmati dan berusahalah agar di setiap halamannya bermakna. Tak hanya berlalu dengan banyaknya coretan tapi buatlah kisah-kisah yang jika di baca kembali ke halaman sebelumnya membuat kita tersenyum. Ayo tulislah kisah-kisah terbaik dalam buku kehidupanmu.

Senin, 03 Juli 2017

T E R L A N J U R

Dulu sekali hati dan harapan sangat subur
Sekarang nasi sudah menjadi bubur
Hati merasa seperti ingin dikubur
Oleh jutaan harapan yang kabur

Walau segalanya telah terlanjur
Jangan lupa ambil hikmah untuk mengukur
Pada apa yang hilang, pergi, tiada atau kabur
Bahwa hati ini memang harus selalu bersyukur

-UMI ABDILLAH -
Kramat Jati, 04 Juli 2017
00.05 WIB


About me

Pengikut

Total Tayangan Halaman

top social

top navigation

Cari Blog Ini

Pages

Like us on Facebook