Sabtu, 05 November 2016

Jaga sikap dan lisan

Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam telah bersabda : “Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, maka hendaklah ia berkata baik atau diam, barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, maka hendaklah ia memuliakan tetangga dan barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, maka hendaklah ia memuliakan tamunya”.
[Bukhari no. 6018, Muslim no. 47]


Efeknya besar sekali dari menjaga lisan. Walaupun memang terkadang sulit mengendalikan jika sedang terpengaruh ego dan emosi. Kepada tamu dan tetangga pun mesti berbuat baik. Itu semua karena kita hidup bersama yang lainnya. Kita makhluk sosial yang memerlukan makhluk lain.
Mencegah memang selalu lebih baik.

Selasa, 01 November 2016

Malam ini

malam ini, kembali aku bertanya
masih dengan alasan yang sama
malam ini, mungkin tak seindah malam yang akan datang
malam ini, aku bersimpuh pada-MU Ya Rabb
memohon ampunan dari segala perbuatan
malam ini, aku hanya berharap semua pasti akan kucapai

Senin, 22 Agustus 2016

Mom quote's

Ikhlaskan dan maafkanlah, maka hatimu akan damai.
- Mom

Jangan terlalu berharap pada apapun kecuali berharap pada Allah.
-Mom

Jadi manusia itu harus yang bermanfaat untuk sesama, Mi.
Kamu harus bisa gak nyusahin orang lain. Jangan deh pokoknya.
-Mom

Kalau masak tuh racik pake bumbu asli aja.
Kalo pake bumbu jadi kayak ada yang kurang rasanya.
Kamu juga jadi anak itu mesti jujur, asli, ga perlu ditutupin.Gausah pake topeng.
Orang yang kenal kamu mesti ngerasa kurang apa gitu kalo kamu nutupin aslinya kamu.
-Mom

Selasa, 26 Juli 2016

ANGANKU


aku bilang ini rasa, namun kau bilang itu hanya angan
angan yang seperti apa? tak ada angan yang nyata seperti ini
jika ini memang hanya angan, terlampau tinggi angan yang ku miliki

Jumat, 08 Juli 2016

Kabarku

Ketika aku tak mencarimu cinta, apa kau akan mencari aku?
Hmm, bukan, bukan.

Yang paling simpel,
Apa kau bahkan memikirkan aku, bertanya mengapa aku hilang kabar tak mencari?

Sedikit saja terbesit pikiran tentangku itu lebih dari cukup.

Tak, aku tak berharap banyak. Kau tahu cinta? Aku bahkan mulai pintar menyadari, Allah pemegang harapan terpercaya.

Aku bahkan mencoba membiarkan diri tak berusaha menanyakan kabarmu. Agar hati ini terbiasa.

Walau tanya selalu memuncak aku bahkan sehebat itu memendamnya untuk tak menghubungimu.

Walau terkadang aku tak kuasa merindu dan bercakap lagi denganmu.

Karena aku tahu sang pemegang harap tak pernah berbohong-akan-apa-itu takdir baik.

Karena aku tahu jika skenario aku dan kau sudah dibuat bahkan jauh sebelum bumi ini dibentuk.

Karena itu aku memilih berusaha tak memintamu selalu berjanji akan pertemuan kita.

Karena itu aku menyadari jarak antara raga kita tak perlu dihiraukan lagi.

Karena itu aku tak henti menyetor harap pada sang pemegang harap.

Kramat Jati, 08 Juli 2016
22.43 WIB

Minggu, 19 Juni 2016

Takdir?

Maafkan aku yang mencintaimu dengan caraku yang seperti ini.

Begitu banyak harapan tentangmu yang hanya berani aku rapalkan dalam senyap.

Tak bisakah takdirmu digariskan untukku?

Siapa aku mendikte sang takdir?

Takdirku dan takdirmu akankah bertemu?

Takdir terus berjalan tanpa sedikit pun hirau akan insan pengharap.

 Tak bisakah takdirmu digariskan untukku?

Rabu, 25 Mei 2016

Untuk apa?

Kita hidup untuk apa?
Kita mati untuk apa? 

 Tanyakanlah pada diri, 
apakah hanya melewati mengalir begitu saja? 

Sadarkah diri ini untuk apa?

About me

Pengikut

Total Tayangan Halaman

top social

top navigation

Cari Blog Ini

Pages

Like us on Facebook