Kamis, 25 Mei 2017

Tidak Menunggu Siapa Pun

Sebenarnya aku sedang tidak menunggu siapa pun. Karena tak ingin nantinya sia-sia jika menunggu tanpa timbal balik. Iya,  ketika yang ditunggu adalah insan.

Sejatinya,  penantian yang tak sia-sia itu jika hanya dilakukan dengan tulus,  ikhlas,  tanpa dugaan-dugaan khayal tingkat tinggi.

Aku akan lebih memilih berusaha menunggu tanpa berkhayal yang muluk walau itu sulit.

Kembali lagi pada pesan ampuh, menaruh harap hanya pada Yang Maha Menjaga.

Kramat Jati, 25 Mei 2017
22.36 WIB

Jumat, 19 Mei 2017

I Am Not The Perfect Person

No.  I am not the perfect one who always do good in every act I take in my religion or the others part of my life. But I will always do my best. That's all.

When you saw me and thinking ''Is that you Umi? I can't believe it'', Yes, It's me, Umi,  who is not a perfect person.

Sometimes I feel angry, sad, guilt, or being fooled. Just because I am who I am. I can't desc who I am and you don’t need it. Because sometimes too many words didn't useful.

Kramat Jati, May 22th, 2017
00.38 WIB

Kamis, 11 Mei 2017

Surat Untuk Takdir Tertulisku

Tidak ada yang pernah ku ketahui tentangmu, takdir tertulisku.
Sekarang ini aku masih banyak menghabiskan waktu untukku dan keluargaku.
Tapi nanti,  aku akan menghabiskan waktuku denganmu, seperti bersama keluargaku.

Sayang, takdirku, aku mendoakanmu.
Segala urusanmu agar dipermudah dan selalu bermanfaat.
Harapanmu segera terlaksana.
Dijauhkan dari bencana,  dikuatkan ketika diuji.

Aku selalu sabar menantimu, sambil berusaha terus memperbaiki diri.
Aku bukan perempuan tanpa cela.
Aku memiliki banyak kekurangan yang perlu diperbaiki.
Aku manusia yang perlu mengoreksi diri, bermuhasabah.

Semoga perjalanan panjang kita untuk bertemu di hari yang telah ditentukan selalu dalam tuntunan-Nya.
Semogaku akan selalu mendampingimu, sayangku.
Jagalah diri dan hatimu dengan baik.
Aku pun melakukan yang sama.

Salam sayang,
Takdir tertulismu

Kramat Jati,  11 Mei 2017
22.10 WIB

Kamis, 04 Mei 2017

Penilaian Bukan Dari Bungkusnya

Manusia tidak dinilai dari bungkusnya,  melainkan dari hatinya,  cara bersikap dan kemanusiannya.

Namun ketika hanya menilai bungkus luarnya saja, siap-siap mendapat kemungkinan besar untuk keliru.

Tidak semua yang luarnya menarik memiliki segala penilaian point plus dalam aspek-aspek dari dalam dirinya.

Namun keseimbangan itu perlu,  ketika bagian luar dan aspek dalam diri seseorang bisa baik maka luar biasa sekali.

Semoga kita selalu berusaha memperbaiki diri.

Kramat Jati,  05 Mei 2017
08.10 WIB

Rabu, 03 Mei 2017

Aku Tidak Tahu

Sungguh aku tak tahu bagaimana bisa rasa ini ada. Mencintaimu yang bahkan belum pernah sekali pun berjumpa. Tidak mungkin rasa ini salah,  karena aku begitu merasakan betapa penuhnya hatiku terisi olehmu. Ya,  aku tidak tahu, mengapa masih terus menjadikanmu favorit di hati ini.

Memikirkan tentangmu tak pernah membuatku bosan. Aku malah menikmatinya. Walau terkadang pikiran-pikiranku tentangmu membuatku resah, apa kamu juga merasakan hal yang sama? Apa kamu menaruhku di hatimu barang sedikit? Ya,  aku tidak tahu,  dan tetap memilihmu untuk menetap di hati ini.

Kramat Jati, 04 Mei 2017
00.13 WIB

Sabtu, 05 November 2016

Kebaikan

Anakku, berbuat baiklah meski engkau bisa berbuat hal tak baik.
Masih banyak diluar sana yang membutuhkan kebaikan dari sesamanya.
Janganlah bosan mengingatkan untuk melakukan hal baik, nak.
Kewajibanmu adalah mengingatkan. Berusahalah menghiraukan rasa kesalmu.
Ya, kesal saat ajakanmu tak didengarkan mereka.

Ketahuilah, kebaikan selalu ada diposisi yang lurus, nak.
Lurus dari semua belokan yang ada. Bermuara pada jalan yang satu.
Kebaikan yang terus-menerus pasti bisa meluluhkan hati yang mengabaikannya.
Kebaikan memang tak selalu mudah dilakukan, nak. Semua orang mengetahuinya.

Tetapi saat kau melakukan hal baik, hatimu akan damai, nak.
Banyak orang yang menginginkan kedamaian hati.
Kebaikan adalah salah satu jalannya, nak. Lakukanlah hal baik.
Untuk hatimu, sesamamu, dan makhluk yang ada di bumi ini.



Jaga sikap dan lisan

Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam telah bersabda : “Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, maka hendaklah ia berkata baik atau diam, barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, maka hendaklah ia memuliakan tetangga dan barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, maka hendaklah ia memuliakan tamunya”.
[Bukhari no. 6018, Muslim no. 47]


Efeknya besar sekali dari menjaga lisan. Walaupun memang terkadang sulit mengendalikan jika sedang terpengaruh ego dan emosi. Kepada tamu dan tetangga pun mesti berbuat baik. Itu semua karena kita hidup bersama yang lainnya. Kita makhluk sosial yang memerlukan makhluk lain.
Mencegah memang selalu lebih baik.

About me

Pengikut

Total Tayangan Halaman

top social

top navigation

Cari Blog Ini

Pages

Like us on Facebook