Minggu, 16 Juli 2017
Senin, 03 Juli 2017
T E R L A N J U R
Sekarang nasi sudah menjadi bubur
Hati merasa seperti ingin dikubur
Oleh jutaan harapan yang kabur
Walau segalanya telah terlanjur
Jangan lupa ambil hikmah untuk mengukur
Pada apa yang hilang, pergi, tiada atau kabur
Bahwa hati ini memang harus selalu bersyukur
-UMI ABDILLAH -
Kramat Jati, 04 Juli 2017
00.05 WIB
Minggu, 02 Juli 2017
Hati Rapuh Meminta
Karena hati ini bukan terbuat dari baja
Sekeras apapun ujian yang datang aku memang harus bertahan
Namun terkadang memang hati yang tak kuasa terus menahan
Tuhan, berikan ujian yang memang pantas dihadapi
Dengan-Mu aku aku pasti tak akan berhenti
Jangan, jangan pergi dari hati rapuh ini
Berikan kuasa-Mu agar hati tetap kuat menghadapi
Rabu, 21 Juni 2017
Kamis, 25 Mei 2017
Tidak Menunggu Siapa Pun
Sebenarnya aku sedang tidak menunggu siapa pun. Karena tak ingin nantinya sia-sia jika menunggu tanpa timbal balik. Iya, ketika yang ditunggu adalah insan.
Sejatinya, penantian yang tak sia-sia itu jika hanya dilakukan dengan tulus, ikhlas, tanpa dugaan-dugaan khayal tingkat tinggi.
Aku akan lebih memilih berusaha menunggu tanpa berkhayal yang muluk walau itu sulit.
Kembali lagi pada pesan ampuh, menaruh harap hanya pada Yang Maha Menjaga.
Kramat Jati, 25 Mei 2017
22.36 WIB
Jumat, 19 Mei 2017
I Am Not The Perfect Person
No. I am not the perfect one who always do good in every act I take in my religion or the others part of my life. But I will always do my best. That's all.
When you saw me and thinking ''Is that you Umi? I can't believe it'', Yes, It's me, Umi, who is not a perfect person.
Sometimes I feel angry, sad, guilt, or being fooled. Just because I am who I am. I can't desc who I am and you don’t need it. Because sometimes too many words didn't useful.
Kramat Jati, May 22th, 2017
00.38 WIB
Kamis, 11 Mei 2017
Surat Untuk Takdir Tertulisku
Tidak ada yang pernah ku ketahui tentangmu, takdir tertulisku.
Sekarang ini aku masih banyak menghabiskan waktu untukku dan keluargaku.
Tapi nanti, aku akan menghabiskan waktuku denganmu, seperti bersama keluargaku.
Sayang, takdirku, aku mendoakanmu.
Segala urusanmu agar dipermudah dan selalu bermanfaat.
Harapanmu segera terlaksana.
Dijauhkan dari bencana, dikuatkan ketika diuji.
Aku selalu sabar menantimu, sambil berusaha terus memperbaiki diri.
Aku bukan perempuan tanpa cela.
Aku memiliki banyak kekurangan yang perlu diperbaiki.
Aku manusia yang perlu mengoreksi diri, bermuhasabah.
Semoga perjalanan panjang kita untuk bertemu di hari yang telah ditentukan selalu dalam tuntunan-Nya.
Semogaku akan selalu mendampingimu, sayangku.
Jagalah diri dan hatimu dengan baik.
Aku pun melakukan yang sama.
Salam sayang,
Takdir tertulismu